Showing posts with label Atap. Show all posts
Showing posts with label Atap. Show all posts

Tips-Tips Pemasangan Lantai Kayu - Mengganti Keramik Dengan Parket kayu

Terdapat cara tercepat mengganti penampilan lantai yang lama, yaitu menutupi lantai lama dengan lantai yg baru. Di bawah ini tekniknya!! Lantai rumah mengemban beban yg berat (heavy duty) lantaran ia menjadi bagian rumah yang paling banyak berinteraksi dengan aktivitas penghuninya. Semua benda yang terdapat diatasnya, baik yang tak bergerak seperti lemari, sofa, atau bahkan yang aktif bergerak seperti manusia, memberikan beban di lantai. Tugas berat inilah yang pada akhirnya bikin lantai jadi bagian rumah yang paling cepat rapuh.

Apabila keramik anda telah mulai tua, rengat, kusam, atau anda mungkin saja udah bosan, ganti aja dengan lantai parket kayu. Cepat kok, cuma sekedar ditumpuk dengan lantai kayu. Hal penting yg perlu diperhatikan ialah memastikan keramik lama masih menempel dengan kuat. Ketika akan ditumpuk untuk dilakukan pemasangan lantai kayu parket, masalah keramik pecah, popping mesti dibenahi lebih dahulu.

Parket kayu sebenarnya cukup banyak disukai karena membuat tampilan rumah yang nyaman, hangat, dan mewah. Lantai kayu bisa dipasang langsung di atas keramik yang lama dengan waktu perakitan lebih cepat jika dibandingkan keramik. Jika harga mahal bukan merupakan masalah, pastilah pemakaian lantai kayu parket yang memang sedikit mahal layak menjadi bahan pertimbangan.

Pada umumnya semua rumah cocok memakai lantai parket, selain area toilet dan dapur yang berciri lembab. Untuk pemilihan warna corak dan juga pola serat, harus dikembalikan pada selera pemilik, gaya ruangan, dan juga nuansa yg mau diciptakan. Pada umumnya untuk style rumah yang lebih sederhana dan modern dapat memakai lantai kayu warna gelap dengan motif simpel. Seperti itu pula sebaliknya, buat ruangan yang mau dibuat lebih ceria, misalnya kamar buah hati, mungkin bisa memanfaatkan corak ringan dan warna muda.

Cara pemasangan lantai kayu parket dengan menutupi keramik didasarnya

  • Lepaskan keramik yang lepas atau popping.
  • Pastikanlah permukaan lantai rata, jika sungguh-sungguh diperlukan plester ulang supaya tidak bergelombang lagi.
  • Gunakan bahan perekat khusus buat memasang PE foam di keramik yang sudah rata.
  • Pada tempat bertemunya lantai parket dengan bawah pintu ataupun dengan jenis lantai lainnya harus ditempatkan pembatas.
  • Pasanglah parket kayu dari sudut ruangan yg paling terlihat, supaya parket tidak nampak terpotong.
  • Lidah serta ceruk direkatkan dan dilem, parket kayu dirapatkan dengan mengetuk perlahan lempengan HDF.
Read more

Harga Atap Sirap / Genteng Kayu Ulin

Harga atap sirap untuk wilayah Jawa cenderung lebih mahal ketimbang di Kalimantan. Produsen kayu ulin atau bahan pembuat atap sirap adalah pulau Kalimantan itu sendiri sehingga harga jual di Kalimantan akan lebih murah. Namun untuk permintaan dan penjualan di Jawa dan pulau lain seperti Sumatera dan Sulawesi juga memiliki harga yang lebih mahal.


Rentang harga atap sirap tidak hanya dilihat dari harga bahan kayunya saja ,namun juga biaya lain-lain seperti biaya pemasangan atau pengiriman. Pemasangan atap sirap tidak bisa dilakukan oleh sembarang tukang, melainkan ada pakar atau ahlinya sendiri. Umumnya pada setiap perusahaan produsen atap sirap juga menyediakan jasa pemasangannya sekaligus, yang dikerjakan oleh ahli tentunya.

Atap sirap merupakan jenis yang memiliki keunggulan antara lain dari segi fisik yang lebih ringan dan awet serta tahan terhadap berbagai cuaca dan kondisi luar. (Baca: Kelebihan-Kelebihan Atap Sirap).

JENIS KAYU ATAP SIRAP
Dalam pembelian paket atap sirap biasanya diberikan beberapa pilihan jenis berdasarkan bentuk dan ketebalannya, yakni ketebalan 1 s/d 2 mm dan 4 s/d 5 mm.


HARGA ATAP SIRAP DAN PEMASANGAN
Harga atap sirap dihitung per tali atau per ikat. Karena bentuknya panjang maka seringkali produsen menghargainya berdasarkan ikatan. Satu paket ikatan kayu biasanya berisi 20 genteng sirap. Tiap ikat harganya berkisar 100.000 rupiah. Kebutuhan tiap atap berbeda-beda namun jika diibaratkan ukuran atap rumah minimalis bisa menghabiskan 200-300 ikat. Sehingga biaya untuk bahan atap sirap bisa mencapai Rp 20jt - Rp 30jt. Namun tunggu dulu, kisaran tersebut belum termasuk biaya pemasangan. Untuk proses pemasangan biasanya produsen mematok harga per meter perseginya yakni sekitar 50rb-70rb/meter persegi.

Harga tersebut memang terbilang mahal namun untuk kualitas yang tinggi seperti bahan atap sirap tersebut rasanya sudah sepadan. Oleh karena itu umumnya pemilihan atap sirap atau genteng sirap biasanya adalah bangunan mewah atau instansi pemerintah.

Harga atap sirap tersebut tentu bisa bertambah lebih mahal lagi, tergantung kesepakatan dengan produsen. Biasanya harga tersebut bisa dipengaruhi jenis dan model kayu, permintaan lainnya, atau bisa dipengaruhi jarak tempuh pengiriman. Namun yang jelas buatlah kesepakatan terlebih dahulu dan tentukan deal harga dengan produsen. Selamat mencoba
Read more

Kelebihan Atap Sirap Genteng Kayu Ulin

Atap sirap atau genteng kayu ulin adalah salah satu jenis bahan pembuat atap yang paling populer dan memiliki kualitas yang bagus. Kelebihan atap sirap terletak pada kualitas yang diberikan. Atap sirap adalah jenis atap yang menggunakan bahan kayu ulin yang merupakan salah satu kayu berkualitas dan cocok sekali dijadikan atap. (Baca juga: 6 Macam Atap Rumah )

Genteng sirap disebut juga dengan genteng kayu ulin atau kayu besi atau disebut juga kayu bulian. Jenis kayu ini terdapat di Kalimantan dan merupakan jenis kayu andalan karena berkualitas tinggi. Kayu ulin memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap perubahan suhu, cuaca, kelembaban, dan serangga, oleh karena itu kayu ini banyak dipakai dalam proyek besar atau proyek pemerintah. Kayu ulin sering dijadikan bahan dalam pembuatan jembatan, bahan bangunan penting, bantalan rel kereta api, dan konstruksi rumah mewah.




Atap sirap umumnya memiliki bentuk seperti pensil, yakni panjang dan kerucut di ujungnya. Ukuran 1 lembar atap sirap biasanya = 58 x 6 x 0,3 dan 58 x 6 x 0,5 (panjang x lebar x tinggi) dalam cm. Warna dari atap sirap umumnya cokelat tua atau abu tua. Namun di samping itu ada pula model dan motif lain dari produksi atap sirap kayu ulin tersebut.

Sirap adalah salah satu jenis bahan atap yang paling bagus namun juga susah untuk didapatkan karena memang bahan dasar kayu ulin Kalimantan yang semakin langka dan prosesnya melalui birokrasi pemerintah yang semakin ketat. Karena grafiknya yang fluktuatif dalam artian kadang ada stok, namun kadang langka juga, maka hal tersebut yang membuat harga bahan atap sirap menjadi sangat mahal.

KELEBIHAN ATAP SIRAP
Atap sirap memiliki kelebihan dari sisi bentuk fisik dan dari sisi fungsionalitasnya. Karena berbahan kayu maka tentu saja ringan dan lebih bersifat hayati. Atap sirap lebih sejuk dan dapat menyerap panas. Kayu ulin merupakan jenis kayu yang kokoh namun tetap ringan dan bagus sekali dijadikan bahan dasar bangunan terutama untuk atap. Bahan ini juga sangat awet karena bisa tahan hingga berpuluh-puluh tahun.

KEKURANGAN ATAP SIRAP
Selain kelebihan, atap sirap juga memiliki kekurangan, namun lebih bersifat mendasar. Kekurangannya yakni terletak pada harganya yang pasti mahal. Kedua, dalam proses pemasangannya juga lebih sulit karena diperlukan tenaga ahli dan pemasangan yang salah akan bisa menghasilkan atap yang tidak rapi, bocor, dan rusak.

Jenis-jenis atap sirap sangat bervariasi. Biasanya berbentuk panjang kerucut namun ada pula yang berbentuk persegi panjang. Warnanya juga bervariasi, namun yang paling populer adalah cokelat tua dan abu-abu tua. Ada juga yang berwarna merah atau cokelat kekuningan.

Bentuk atap sirap pada umumnya

warna sirap hitam atau abu tua


Pemasangan atap sirap umumnya dikerjakan oleh perusahan dalam bidangnya. Biasanya produsen atap memberikan jasa sekaligus pemasangannya. Untuk harga atap sirap dihargai per-ikat kayu sebesar 100.000 rupiah dan biaya pemasangan sebesar 50.000 rupiahj per meter persegi.

Nah, Anda tertarik untuk memakai atap sirap sebagai atap rumah atau tempat usaha Anda? Apa salahnya dicoba. Itu dia kelebihan atap sirap dan beberapa kekurangannya, semoga bisa menjadi bahan pertimbangan Anda.
Read more

6 Macam-Macam Bahan Atap Rumah

Atap rumah adalah bagian dari rumah yang berberan penting sebagai protektor. Atap rumah melindungi rumah dari cuaca dan bahaya dari luar. Saat cuaca hujan maka atap menjadi pelindung rumah supaya tidak terkena hujan. Begitupun saat cuaca panas dan sinar matahari menyengat, atap juga melindungi penghuninya dari kepanasan.

Namun dari semua fungsionalitas atap rumah tersebut memiliki beberapa tingkatan atau kelebihan dan kekurangan yang dikategorikan dari bahan-bahan dasar pembuatnya. Banyak sekali macam-macam bahan atap rumah yang sering dipakai oleh masyarakat umumnya di Indonesia yang memiliki cuaca panas dan hujan (baca juga: 4 Tipe Rumah di Indonesia) . Nah, apa saja bahan atap rumah?

1. Atap bahan sirap / kayu ulin
Atap berbahan sirap adalah atap dengan bahan kayu. Kayu yang digunakan bernama kayu ulin. Jenis kayu ini cocok sekali dijadikan sebagai atap rumah atau atap untuk pendopo / bangunan temporer. Bahan kayu yang kokoh ini sering juga disebut sebagai kayu besi. Atap sirap biasa digunakan oleh bangunan yang menonjolkan kesederhanaan namun tetap mewah seperti pendopo, villa, gazebo, gedung pertemuan, dan lain sebagainya.

Kayu ulin adalah kayu produksi dari Kalimantan. Jenis kayu ini sangat bagus digunakan sebagai atap karena memiliki kesan yang alami dan kekuatannya bisa tahan hingga berpuluh-puluh tahun.



Atap sirap atau kayu ulin lebih menonjolkan kesan alami dan hayati. Selain itu juga sirkulasi udara akan semakin didapatkan jika menggunakan atap sirap ini. Bentuk bahan atap sirap umumnya berbentuk panjang dan segitiga di ujungnya (lihat gambar).

Selain kelebihan yang banyak tersebut, bahan sirap ini juga memiliki beberapa kelemahan di antaranya harganya yang tentu lebih mahal dan langka, selain itu pertimbangan terhadap potensi kebakaran lebih tinggi karena memang bahan kayu yang lebih bisa terbakar serta perawatannya lebih ekstra lagi.

2. Genteng tanah liat
Atap dengan genteng tanah liat adalah yang paling populer dan paling banyak digunakan di Indonesia. Mengapa tidak, bahan yang tentu tidak akan pernah habis karena terbuat dari tanah liat, harganyapun murah. Genteng tanah liat memiliki kelebihan yakni harganya yang murah dan kekuatan terhadap cuaca yang bagus. Namun ternyata ada beberapa kelemahannya juga yakni meskipun kuat terhadap cuaca panas atau hujan, genteng tanah liat juga rentan pecah atau terbelah, ditambah lagi setelah sekian lama pemakaian warna genteng akan berubah menjadi kehitaman. Selain itu dalam proses pemasangan, genteng tanah liat harus dilapisi dengan kayu atau besi penyangga karena bobot genteng yang berat.


Namun, overall genteng tanah liat menjadi pilihan terbaik untuk masyarakat Indonesia sebagai bahan dasar atap rumahnya karena sifatnya yang tahan terhadap cuaca di Indonesia.

3. Atap dari genteng beton
Genteng beton akhir-akhir ini menjadi pilihan bagi para pengembang perumahan. Banyak rumah-rumah minimalis dan rumah mewah di komplek perumahan yang menggunakan atap dari bahan genteng beton. Apa kelebihannya? Genteng beton terbuat dari bahan semen yang dilapisi dengan serat dan bahan aditif tertentu. Genteng beton juga memiliki ketahanan yang tinggi terhadap pelapukan, kebakaran, cuaca dan serangga. Namun dilihat dari fisik, genteng ini tentu memiliki bobot yang lebih berat dan harganya lebih mahal.


Genteng beton memang memiliki kualitas lebih tinggi ketimbang genteng tanah liat dilihat dari kekokohannya dan variasinya. Namun untuk pemilihan bagi masyarakat menengah ke bawah genteng tanah liat lebih cocok. Dan untuk masyarakat perumahan atau perkotaan dengan rumah mewah cenderung menyesuaikan, yakni tentu lebih memilikih atap dengan bahan genteng beton.

4. Atap dari genteng metal
Genteng metal adalah inovasi terbaru untuk atap rumah. Genteng metal terbuat dari bahan logam antikarat. Kelebihan dari genteng ini adalah bentuknya yang variatif bisa dibuat sesuai kebutuhan, bisa seperti genteng tanah liat, genteng sirap dan sebagainya. Kemudian bobotnya yang sangat ringan serta efek bisa memantulkan panas menjadi kelebihan utama dari genteng metal ini.


Hanya saja harga yang sangat mahal menjadi kelemehan tersendiri untuk genteng ini. Umumnya rumah-rumah mewah menggunakan genteng dengan bahan metal ini.

5. Genteng dari seng
Genteng seng mungkin adalah kebalikan dari genteng metal. Genteng seng jauh lebih murah dan ringan serta sering menjadi pilihan utama sebagai atap untuk rumah di pedesaan dan bagi kalangan masyarakat level bawah. Namun tentu genteng ini memiliki banyak kekurangan yakni dari sisi penampilan yang lebar dan kurang atraktif serta sifatnya yang menahan panas dan gampang berkarat serta rusak.


6. Genteng asbes
Genteng asbes hampir sama dengan genteng seng. Sifatnya yang murah meriah dan sering menjadi pilihan beberapa rumah minimalis. Genteng asbes bisa tahan akan suhu panas sehingga akan terasa dingin di dalam rumah hanya saja pada beberapa penelitian penggunaan genteng asbes bisa memicu penyakit kanker paru terhadap penghuninya.

Nah, demikian macam-macam bahan atap rumah yang bisa Anda ketahui. Untuk rumah minimalis skala desa tentu pilihan terbaik jatuh pada genteng tanah liat. Untuk rumah mewah dan gedung yang bertujuan sebagai alat ekonomi seperti vila atau hotel tentu pilihan terbaik bisa menggunakan genteng sirap atau genteng metal. Dan untuk rumah minimalis atau rumah sederhanya di perkotaan bisa menggunakan atap dari genteng tanah liat, atau genteng beton.
Read more